Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, Saat ini Bandung memproduksi 1.500 ton sampah per hari, sekitar 40 persen di antaranya tidak terangkut ke tempat pembuangan akhir.
“Kita sudah tidak punya lagi tempat pembuangan sampah” keluh Walikota Bandung Muhammad Farhan, saat penandatanganan kesepakatan Bersama, antara Pemerintah Kota Bandung dan Universitas Islam Bandung (Unisba), di Bandung, Rabu (9/7) .
Menurutnya, program-program seperti Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang digagas di era kepemimpinan Wali Kota Oded M. Danial (Almarhum) harus diperkuat dan diperluas implementasinya ke seluruh RW di Kota Bandung.
Rektor Unisba, Prof. Edi Setiadi, menyembutkan, kolaborasi ini akan menjadi ruang bagi Unisba untuk menerapkan hasil-hasil risetnya dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, terutama di isu lingkungan.
“Insyaallah ini menjadi bagian dari bakti Unisba. Kita ingin agar hasil-hasil penelitian kampus bisa diterapkan dalam kebijakan pemerintah, termasuk untuk mengukur indeks keberlanjutan Kota Bandung,” tutur Edi.
Dalam dokumen kesepakatan yang ditandatangani, tercantum bahwa ruang lingkup kerja sama mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan bidang lain yang disepakati.
Kerja sama ini berlaku selama lima tahun ke depan dan akan dituangkan lebih lanjut, dalam bentuk perjanjian teknis di tiap program atau kegiatan.
Pemkot Bandung berharap kemitraan ini bisa menjadi model sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan urban, terutama isu lingkungan yang kian mendesak.(pf1)






































































































































































































