Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, PT.Bio Farma secara resmi menerima Nomor Izin Edar (NIE), produk radiofarmaka dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan jenis produk 18-Fluorodeoxyglucose dengan merek dagang FloDeg.
FloDeg merupakan produk penting, dalam dunia kedokteran nuklir,khususnya dalam diagnostik kangker berbasis teknologi Positron Emission Tomography (PET-Scan).
Penyerahan NIE FloDeg tersebut, menandai tranformasi Bio Farma menjadi pemain utama , dalam industri farmasi berteknologi tinggi.
“Radiofarmaka seperti FloDeg adalah solusi inovatif khususnya dalam deteksi dan penanganan kangker secara lebih efektif dan modern.
Terutama menghadapi tantangan besar kesehatan di Indonesia. Diantaranya munculnya penyakit baru, ketergantungan pada bahan baku impor dan perkembangan teknologi yang menuntut kesiapan teknologi” Ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar, saat penyerahan NIE FloDeg tersebut kepada Bio Farma di Jakarta (19/5) yang dilansir pemberitaan faktual.com dari jabarprov.co.id.
Direktur pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati,mengatakan penerbitan NIE FloDeg, awal dari langkah besar menuju kemandirian teknologi radiofarmasi di Indonesia.
FloDeg akan memperluas layanan onkologi yang lebih cepat, akurat, dan terjangkau. Saat ini Bio Farma sedang mengembangkan sistem digital Ordering Manajemen System (OMS) untuk mempermudah pemesanan.
Untuk pengembangan pelayanan terapi dan diagnostik (theranostic),Bio Farma mempersiapkan fasilitas produksi Bio Farma , yang siap beroperasi secara komrsialdi Cikarang. Sebagai penegasan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem radiofarmasi nasional, mendukung hilirisasi riset dan inovasi serta mengurangi ketergantungan Indonesia, terhadap impor produksifarmasi.Pungkas Yuliana Indriati.(fp1)








