Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, Sekolah Dasar YWKA (Yayasan Wanita Kereta Api) Bandung,mempelopori terbentuknya Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja,untuk jenjang Sekolah Dasar. Yang dinamakan PIK Berani.

“PIK “Berani” diharapkan dapat menjadi wahana edukatif yang menyenangkan sekaligus tempat konseling yang aman bagi siswa”. Ujar Kepala SD YWKA Bandung, Dedi pada peresmian Pusat Informasi dan Konseling(PIK) Berani,di Bandung,Jumat (23/5).

“Ini adalah PIK Remaja pertama di Jawa Barat untuk tingkat SD. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain, sekaligus tempat bagi anak-anak untuk belajar, bertanya, dan berbagi,” Tambahnya

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang meresmikan berdirinya Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja “Berani” di SD Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Jalan Rajawali Kota Bandung,mengatakan PIK Remaja ini menjadi yang pertama di Jawa Barat yang secara khusus menyasar segmen usia remaja awal berusia 10hingga 14 tahun, sebuah langkah inovatif, dalam upaya membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab sejak dini.

Peresmian PIK Remaja “Berani” dirangkaikan dengan kegiatan GenReAction#15 yang mengusung tema “Remaja Berani Bisa Berkontribusi”.

Erwin menyampaikan, pembentukan PIK Remaja usia dini, sangat penting sebagai langkah pencegahan terhadap risiko sosial dan kesehatan remaja, sekaligus sebagai bentuk nyata keterlibatan generasi muda dalam pembangunan manusia.

“Remaja bukan sekadar objek pembangunan, tapi harus jadi agen perubahan. Maka kita mulai dari usia yang paling dini. Di sinilah anak-anak belajar membuat keputusan, menjaga diri, dan berkontribusi,” ujar Erwin,dilansir pemberitaanfaktual.com dari jabarprov.go.id

Erwin mengungkapkan, ada tiga hal penting untuk membekali para remaja terhndari dari risiko sosial. Ketiganya yaitu intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, kecerdasan saja tidak cukup tanpa akhlak yang baik.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat karakter sejak usia dini, agar generasi muda siap menyongsong bonus demografi dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Buat apa anak kita pintar dan cakep, kalau tidak punya spirit akhlakul karimah. Maka mari kita jadikan PIK Remaja ini sebagai titik balik gerakan pembinaan remaja sehat lahir dan batin,” tegasnya.

“Ini adalah PIK Remaja pertama di Jawa Barat untuk tingkat SD. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain, sekaligus tempat bagi anak-anak untuk belajar, bertanya, dan berbagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menyampaikan, bahwa pembentukan PIK Remaja usia 10–14 tahun adalah bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman.

Ia mengungkapkan, fakta menunjukkan bahwa banyak anak mengalami pubertas lebih dini, sehingga edukasi kesehatan reproduksi dan pembinaan karakter perlu dimulai sejak SD.

“Saya mengalami menstruasi di usia SMP, tapi sekarang anak-anak SD pun sudah mulai puber. Maka kita tidak bisa menunggu. Edukasi harus hadir lebih awal, dengan pendekatan yang ramah dan sesuai usia,” terang Kenny.

Ia menambahkan, Kota Bandung menjadi pionir dalam inovasi PIK Remaja usia awal di tingkat Jawa Barat, dan berharap inisiatif ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah dasar lain di seluruh Indonesia.

Dengan peresmian ini, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang komprehensif, membina karakter remaja secara utuh, dan menciptakan ruang aman untuk tumbuh kembang generasi penerus bangsa. (pf1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share to...