• 6 Juni 2025
  • Pemberitaan Faktual
  • 0

Muzdalifah,www.pemberitaanfaktual.com, Sekitar 60 ribu jemaah Indonesia mengikuti murur, yang diperuntukkan bagi jemaah lansia, penyandang disabillitas dan risiko tinggi.

Dengan murur, jemaah cukup berhenti sejenak di Muzdalifah tanpa turun dari bus. Jemaah langsung menuju Mina untuk ibadah mabit dan lempar jamarat.

Jalur bus murur ini berbeda dengan jalur bus jemaah yang mabit di Mina.

Sebelumnya, setelah Wukuf di Arafah, sekitar200ribu jemaah Indonesia,termasuk katagori jamaah murrur, mulai bergerak menuju Muzdalifah. Pendorongan dari Arafah dilakukan mulai pukul 19.00 WAS.

Jemaah haji Indonesia mulai memasuki padang Muzdalifah mulai pukul 19.30 WAS.

Untuk jemaah haji Indonesia, Muzdalifah dibagi menjadi markas-markas. Jemaah akan menempati markas sesuai dengan syarikahnya masing-masing.

Jemaah diarahkan petugas untuk menempati markas. Begitu menempati markas, jemaah segera melakukan salat magrib yang dijamak dengan salat isya.

Di Muzdalifah ini, jemaah melakukan mabit (menginap) hingga melewati tengah malam. Jemaah kemudian didorong menuju Mina untuk lempar jumrah dan Mabit di Mina.

Selama Mabit di Muzdalifah, jemaah diimbau untuk memperbanyak doa dan zikir yang di hamparan yang juga disebut dengan masyaril haram ini.

Jemaah tetap dalam keadaan ihram dan diminta menjaga larangan ihram. Jemaah baru akan terbebaskan dari larangan ihram, hingga menunaikan jumrah aqabah dan tahallul awal. Segala larangan dibebaskan kecuali bersetubuh dengan suami/istri.

Selama di Muzdalifah, jemaah mencari kerikil, apabila belum mendapatkan kerikil syarikah. Kerikil ini akan digunakan untuk melempar jumroh di jamarat, Mina. (pf1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share to...