Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, JajaranPolrestabes Bandung, menggerebek sebuah rumah kontrakan,di Komplek Mekar Rahardja Utama, Kecamatan Bojongloa Kidul,Bandung, Minggu(27/7) malam.
Dijelaskan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat dan hasil pembuntutan terhadap jaringan pengedar kecil.
Saat penggerebekan, tersangka melarikan diri lewat pintu belakang. Polisi saat ini telah mengantongi identitas dan alamat pelaku,berinisial AZ, yang dinyatakan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), dan tengah melakukan pengejaran.
Dari hasil penggerebekan, ditemukan sekitar 1,2 juta butir obat-obatan terlarang, seperti tramadol, dextro, dan dexa. Ini semua disimpan di satu tempat yang jadi gudang penyimpanan.
” Obat ini dijual murah, kalau Tramadol mulai dari Rp5.000 – Rp10.000, sehingga banyak disalahgunakan oleh anak muda,” jelas Budi.
“Kami sudah amankan barang bukti berupa obat-obatan, kendaraan, KTP, SIM, dan buku tabungan. Ini distributor besar untuk wilayah Bandung dan sekitarnya,” ungkapnya.
Budi juga menyebutkan, keberadaan obat-obatan terlarang ini kerap ditemukan dalam kasus kekerasan jalanan, seperti tawuran dan aksi geng motor.
“Setiap ada kejadian pengeroyokan atau tawuran, biasanya kami temukan pelakunya juga menggunakan obat-obatan terlarang atau minuman keras. Jadi dengan penangkapan ini, kita juga menekan potensi kejahatan jalanan,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan terima kasih kepada Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono dan Satuan Reserse Narkoba, atas langkah cepat dan tegas dalam menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba.
Apresiasi tersebut dilontarkan oleh Erwin, saat Press Release Pengungkapan Kasus oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, di Komplek Mekar Rahardja, Kecamatan Bojongloa Kidul, Selasa (29/7).
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes dan Kasat Narkoba. Mereka sudah menyelamatkan jutaan anak muda dari bahaya narkoba. Karena satu saja bisa menimbulkan kekacauan, apalagi ini jutaan butir obat terlarang,” ujar Erwin.(pf1)










































