Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa mengatakan, pelestarian budaya harus dimulai sejak dini. Anak-anak usia sekolah perlu dikenalkan pada nilai-nilai budaya, termasuk pengalaman langsung bermain angklung.
Ia percaya, memori masa kecil terhadap budaya akan terekam hingga dewasa dan membentuk kesetiaan terhadap warisan nenek moyang.
“Bermain angklung itu kuncinya patuh pada aturan. Begitu pun dalam kehidupan bernegara, kalau semua patuh pada regulasi, maka semuanya akan tertib,” kata Buky pada acara Intimate Concert Saung Angklung Udjo, di Gedung De Majestic, Jalan Braga No. 1 Bandung, Sabtu (2/8).
Ia juga menyoroti perkembangan angklung yang luar biasa dari akar tradisi, menjadi alat pendidikan, hingga berperan sebagai alat diplomasi budaya.
Semua ini menunjukkan bahwa musik tradisional, adalah fondasi penting bagi kemajuan musik Indonesia.
“Kalau musik Indonesia mau maju, maka bahan bakunya adalah musik tradisi. Dari sinilah bisa lahir karya-karya luar biasa,” ungkap Buky.
Bukan hanya konser seni, acara ini juga menjadi panggung peluncuran buku berjudul “Angklung: Dari Tradisi ke Industri”, yang mengisahkan perjalanan alat musik bambu itu dari kampung-kampung Sunda menuju panggung dunia.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, konser dan peluncuran buku ini adalah dua sisi dari satu semangat, pelestarian dan pengembangan budaya bangsa.
“Transformasi angklung menjadi bagian dari industri kreatif budaya merupakan perjalanan panjang yang layak dikenang dan dirayakan,” ujarnya.
Menurutnya, angklung bukan sekadar alat musik tradisional. Angklung adalah simbol harmoni, warisan leluhur yang memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat lintas generasi dan bahkan lintas bangsa.
Peluncuran buku ini dianggap sebagai tonggak penting, karena menyajikan dokumentasi sejarah dan proses transisi angklung dari ekspresi budaya lokal menuju instrumen diplomasi internasional. (pf1)

























