Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, seluruh dana operasional gubernur digunakan untuk membantu masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan.
“Semuanya untuk belanja kepentingan rakyat, yaitu membantu orang sakit di rumah sakit saya bayarin, ada orang sakit tidak punya biaya operasional selama keluarganya sakit di rumah sakit biaya angkutannya saya bayarin,” kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dalam video yang diunggah di akun pribadinya, Jumat (12/9).
Selain itu, KDM juga menuturkan bahwa dana operasional gubernur dipakai juga untuk perbaikan rumah warga, perbaikan infrastruktur desa, dan pembangunan jembatan.
KDM menegaskan, dana operasional gubernur tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan masyarakat Jabar.
“Berbagai kegiatan sosial lainnya yang dalam setiap waktu saya lakukan. Setiap hari juga ada antrian orang yang ngantri ke Lembur Pakuan,” tutur KDM.
0,5 Persen Dari PAD
Dana operasional kepala daerah, termasuk gubernur, ditetapkan 0,15 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan PAD Jabar yang mencapai Rp19 triliun, angka Rp28,8 miliar sudah sesuai ketentuan. Meski begitu, KDM siap menerima jika nantinya dana operasional gubernur ditiadakan.
“Saya enggak ada masalah apapun kalau memang itu sebuah keharusan harus dihapuskan (dana operasional).”Tegas KDM
Tetapi yang akan dirugikan adalah masyarakat, yang semestinya mendapatkan bantuan karena berbagai kegiatan di masyarakat mengalami hambatan.
“Karena berbagai kegiatan yang terjadi di masyarakat, apabila tidak terangkat sebelumnya di APBD tidak bisa dibantu,” ucapnya.,Dilansir dari jabarprov.go.id.(pf1)






































































































































































































