Bandung,www.pemberitaanfaktual.com, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam dialog publik “Bandung Siang Ini” yang disiarkan RRI Bandung Live dan Radio Sonata, Rabu(9/7) mengimbau, masyarakat, mulai dari RT, RW, kader kesehatan, hingga perangkat wilayah harus bergerak bersama, memberantas Sarang Nyamuk (PSN) Plus, karena program ini, menjadi salah satu pilar penting untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor virus DBD.
Upaya PSN Plus ini mencakup kampanye “Jumat 10 Menit”, yaitu kebiasaan rutin membersihkan lingkungan rumah setiap Jumat selama 10 menit. Ujarnya
Dikatakannya, Pemkot Bandung mengembangkan program “Satu Rumah Satu Jumantik”. Setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik), untuk melakukan pemeriksaan tempat penampungan air secara berkala.
Pemkot Bandung juga telah menerapkan teknologi biologis Wolbachia, bakteri alami yang disuntikkan ke nyamuk jantan untuk menghambat reproduksi nyamuk penyebar virus DBD.
Uji coba awal di Kecamatan Ujungberung berhasil menurunkan potensi kasus, sehingga kini tengah dikembangkan ke kecamatan lain seperti Kiaracondong.
“Di Ujungberung, program ini sudah sukses. Sekarang kita ekspansi ke wilayah padat penduduk seperti Kiaracondong, karena di sana banyak saluran air dan genangan yang jadi tempat bersarang nyamuk,” terang Erwin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam mengungkapkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada edukasi dan penerimaan masyarakat.
Ia menyayangkan masih adanya warga yang menyemprotkan obat anti-nyamuk (fogging) sendiri tanpa takaran dan prosedur yang tepat.
“Penyemprotan itu harus serentak dan menyeluruh, tidak boleh setengah-setengah. Kalau satu rumah menolak disemprot, ya nyamuknya lari ke sana. Itu tidak efektif,” jelasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkot Bandung berharap, masyarakat melaporkan tentang lokasi rawan DBD dan sampah liar, yang menjadi sarang nyamuk agar segera ditindaklanjuti.
Masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, dan melaporkan titik-titik genangan serta TPS liar yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kita ingin Bandung keluar dari status endemis. Hari ini merah, insyaallah ke depan tidak merah lagi,” tutur Sony.(pf1)








