Jogja,www.pemberitaanfaktual.com, Sebuah oase hijau tumbuh subur di atap Phoenix Hotel, tanaman yang segar dan siap konsumsi, tumbuhsubur dirooftop Phoenix Hotel.Selain juga melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, yang digunakan sebagai nutrisi tanaman-tanaman ini.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, berkunjung ke hotel ini untuk melihat langsung praktik urban farming.
Sebuah inovasi yang telah menyulap rooftop menjadi kebun produktif, yang menghasilkan aneka sayuran segar.
Sugeng mengapresiasi langkah Phoenix Hotel sebagai langkah cerdas dalam menghadapi keterbatasan lahan pertanian di Yogyakarta, sebuah kota yang semakin padat.
Ini adalah solusi cerdas, mengingat Yogyakarta hampir tidak memiliki lahan pertanian. Urban farming ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan pangan segar. Saya harap konsep seperti ini bisa terus berkembang hingga nantinya mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Sugeng.
Sugeng menyebutkan bahwa urban farming di Yogyakarta menghadirkan tantangan tersendiri. Namun, konsep ini menjadi daya tarik unik bagi Phoenix Hotel dan bisa membantu memenuhi kebutuhan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) bagi tamu dan lingkungan sekitar.
Sugeng menekankan peran Phoenix Hotel dalam mendukung program Gandeng Gendong 5K (Kota, Kampus, Korporasi, Kampung, dan Komunitas) untuk menyelesaikan permasalahan sampah dan ketahanan pangan secara kolaboratif.
Pihaknya juga berharap program urban farming dan pengolahan sampah di Phoenix Hotel menjadi contoh inovasi berkelanjutan yang menginspirasi hotel-hotel lain di Yogyakarta.

General Manager Phoenix Hotel, Rulvastina Randy, mengungkapkan bahwa hotel berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan melalui berbagai program ramah lingkungan.
“Kami menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi limbah plastik dan sampah non-organik lainnya. Setiap hari, sampah organik yang kami hasilkan mencapai 70-100 kg, dan dengan teknologi sederhana, kami mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang digunakan untuk tanaman hidroponik di rooftop,” jelas Rulvastina.
Phoenix Hotel, yang memiliki ruang terbatas, berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi hotel-hotel lain untuk mengadopsi konsep serupa. Tanaman yang dihasilkan cukup beragam seperti selada, pagoda, dan berbagai jenis sawi.
“Kami tidak memiliki lahan yang luas, tapi inovasi ini menunjukkan bahwa siapa pun bisa berkontribusi untuk lingkungan, meski dengan keterbatasan. Kami juga berencana mengembangkan pertanian organik lebih lanjut dan menciptakan pengalaman menginap yang unik bagi para tamu,” kata Rulvastina. (pf1)














































