Jakarta,www.pemberitaanfaktual.com, Sebanyak 50 koleksi unggulan dari Tiongkok dan Indonesia, dipamerkan sebagai bagian dari peringatan 620 tahun pelayaran pertama Cheng Ho, 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, serta lima tahun hubungan sister city antara Jakarta dan Shanghai.

“Mudah-mudahan informasi ini bisa menarik minat masyarakat Jakarta untuk datang ke Museum Keramik dan melihat langsung pameran yang sangat luar biasa ini, sebuah catatan sejarah yang memiliki kedekatan erat dengan Indonesia” Kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat membuka pameran bertajuk “Miles Apart, Close at Heart: Jauh di Mata, Dekat di Hati” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Taman Sari, Jakarta Barat,Jumat (11/7).

Pameran ini berlangsung selama sebulan,mulai 11 Juli hingga 11 Agustus 2025, atas kerja sama Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni dan Shanghai Art Collection Museum.

Pameran ini menampilkan berbagai artefak terkait Laksamana Cheng Ho, seperti diagram kapal harta karun, peta navigasi langit, peta maritim, cetakan batu Prasasti Kekaisaran Ming, serta koleksi porselen dan tembikar.

“Kita sering mendengar nama Laksamana Cheng Ho, tetapi tidak tahu banyak tentang sejarah beliau,” ujar Wagub Rano

Menurutnya, pelayaran Cheng Ho tidak hanya mencerminkan kejayaan teknologi maritim Tiongkok kuno, tetapi juga semangat perdamaian, keterbukaan, dan pertukaran budaya yang menjembatani hubungan antarbangsa melalui jalur laut.

“Pameran ini merupakan wujud nyata semangat kolaborasi, refleksi warisan sejarah, serta nilai-nilai yang terus menghubungkan kedua bangsa,” tambahnya.

Wagub Rano berharap, pameran ini bisa memperkenalkan sejarah panjang hubungan Indonesia–Tiongkok, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya melalui informasi seni.

Sebanyak 50 koleksi unggulan dari Tiongkok dan Indonesia, dipamerkan sebagai bagian dari peringatan 620 tahun pelayaran pertama Cheng Ho, 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, serta lima tahun hubungan sister city antara Jakarta dan Shanghai.

“Mudah-mudahan informasi ini bisa menarik minat masyarakat Jakarta untuk datang ke Museum Keramik dan melihat langsung pameran yang sangat luar biasa ini, sebuah catatan sejarah yang memiliki kedekatan erat dengan Indonesia” pungkas Wagub Rano.(pf1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share to...