Jakarta,www.pemberitaanfaktual.com, Sebanyak 36 finalis , terdiri dari 18 pasang Abang dan None,mengikuti Pemilihan Abang dan None Jakarta 2025.
Finalis abang dan none tersebut, mewakili lima wilayah kota dan satu kabupaten administrasi, dipilih melalui proses seleksi ketat dan akan mengemban tugas sebagai duta budaya dan pariwisata Kota Jakarta.
Pemilihan Abang dan None Jakarta, merupakan ajang tahunan yang telah menjadi ikon budaya sekaligus wadah pengembangan generasi muda Jakarta sejak 1972.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mendorong finalis Abang None menjadi duta Jakarta yang dapat melestarikan serta mempromosikan budaya dan pariwisata Jakarta di kancah global.
Pemilihan Abang None Tahun 2025,merupakan penyelenggaraan yang ke-53, sebuah capaian penting dalam pelestarian tradisi dan pembangunan karakter anak muda Ibu Kota.
“Kegiatan yang sangat panjang perjalanannya telah memberikan dampak yang luar biasa bagi Kota Jakarta,” kata Wagub Rano, di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (6/8).
Lebih dari sekadar ajang kontestasi, Wagub Rano menyebut Pemilihan Abang None merupakan ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi generasi muda.
Melalui sesi pembekalan, pelatihan, serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan budaya, sosial, dan promosi pariwisata, para finalis diharapkan dapat menjadi representasi Jakarta yang modern, inklusif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budayanya.
“Saya bersama Gubernur DKI Jakarta menyambut baik kegiatan ini. Kami akan memberikan bobot tugas yang jauh lebih berat kepada Abang dan None. Mereka menjadi duta, tidak hanya skala lokal, tetapi internasional, karena Jakarta akan menjadi kota global,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat menyambut lima abad Jakarta, Pemprov DKI mendorong para finalis untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya dan promosi pariwisata, serta menjadi teladan dalam merawat jati diri budaya Jakarta di tengah dinamika global.
Dijelaskannya, Pada 2027 mendatang, saat Jakarta berusia 500 tahun, kita akan mengundang 82 negara untuk mengadakan kegiatan Folklore melalui UNESCO.
Kegiatan tersebut akan menjadi tugas dari Abang dan None, untuk berpartisipasi di dalam disiplin ilmu yang diberikan melalui pembekalan sekarang ini.(pf1)

























