• 18 Mei 2025
  • Pemberitaan Faktual
  • 0

Jakarta,Pemberitaanfaktual.com, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno hadir pada Festival Film Cannes ke 78 tahun 2025, yang berlangsung di kota Cannes Perancis, tanggal 13 mei hingga 24 Mei 2025. Sebagai bentuk nyata diplomasi budaya dan promosi Jakarta sebagai kota sinema kelas dunia.

Selain Rano Karno,hadir pula dalam ajang Internasional tahunan tersebut,Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata.

“Saya hadir di Cannes tak hanya mewakili Pemprov DKI Jakarta, tetapi sebagai bagian dari komunitas perfilman yang ingin melihat talenta Indonesia bersinar di panggung global. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis bagi para sineas, melalui regulasi yang berpihak, skema pembiayaan, hingga promosi global. Jakarta harus menjadi rumah dan sekaligus jendela dunia bagi industri kreatif Indonesia,” tegas Rano Karno.

Festival Cannes menjadi panggung internasional di mana diplomasi budaya dipadukan dengan misi strategis pembangunan ekonomi kreatif berbasis nilai dan identitas lokal. Jakarta tidak hanya ingin hadir di layar lebar dunia, tetapi juga menjadi rumah bagi pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan dan mendunia.

Dalam Press Reales Pemprov DKI Jakarta (18/5), disebutkan, kehadiran Wagub Rano Karno pada red carpet premiere film “Renoir” yang digelar di Grand Auditorium Louis Lumière, Esplanade Georges Pompidou, Cannes.

Film ini merupakan hasil kolaborasi internasional antara produser dan sutradara dari Jepang, Prancis, Singapura, Filipina, dan Indonesia.

Dari Indonesia, keterlibatan dalam ajang festival film Cannes 2025 tersebut, diwakili oleh produser perempuan Yulia Evina Bhara, atau yang akrab disapa Ebe, sosok sineas yang konsisten membawa film-film Indonesia ke panggung dunia.

“Renoir” disutradarai oleh Chie Hayakawa, mengangkat kisah menyentuh tentang Fuki, seorang gadis berusia 11 tahun yang hidup di Tokyo pada tahun 1987.

Di tengah kerasnya realitas kehidupan keluarga dan tekanan sosial, Fuki menemukan pelarian dalam imajinasi yang indah tentang telepati dan kemampuan supranatural, membuka jendela untuk memahami kondisi batin anak-anak dalam konteks budaya urban Asia saat itu.

Film ini menjadi salah satu pesaing utama di kategori Un Certain Regard, menunjukkan kekuatan sinema Asia yang inklusif dan reflektif.

Pertemuan Dengan DelegasiJepang dan Belanda

Sebelum menghadiri red carpet, Wagub Rano menyempatkan diri menghadiri pertemuan antara para pelaku industri film Indonesia dengan Tokyo Film Commission.

Forum ini membahas peluang kerja sama dalam produksi film lintas negara, termasuk potensi pertukaran teknis dan kreatif antara Jakarta dan Tokyo. Kehadiran Wagub Rano di forum ini meyakinkan bahwa Jakarta terbuka bagi investasi kreatif, dan siap membangun jejaring kerja sama yang inklusif dan saling menguntungkan.

Melanjutkan agenda, Wagub Rano menggelar pertemuan bilateral informal bersama delegasi Netherlands Film Commission di Bistrot de Lerins, Cannes. Delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. Roeland Oude Nijhuis, seorang penggerak utama dalam promosi industri film Belanda di kancah global.

Dalam suasana santai , kedua pihak membahas sejumlah inisiatif kerja sama yang dapat dijalin, termasuk pertukaran lokasi syuting, kolaborasi co-production, hingga pemanfaatan festival sebagai platform diplomasi budaya.

“Jakarta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat dan kompetitif”ujar Rano. Ia juga menyoroti potensi ekonomi kreatif Jakarta yang besar, khususnya dalam subsektor film, sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi kota di masa mendatang.

Kehadiran Wagub Rano di Cannes bukan semata seremoni, melainkan bagian dari strategi menyeluruh Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan visi Jakarta Kota Sinema.

Melalui pendekatan lintas sektor, dari kebijakan kemudahan perizinan syuting, insentif pajak, kolaborasi dengan BUMD seperti Bank DKI dan JXB untuk skema pembiayaan film, hingga penggunaan ruang-ruang iklan publik milik Pemprov untuk promosi film Indonesia, Jakarta menempatkan diri sebagai tuan rumah ramah bagi para sineas dunia.

Festival Cannes menjadi panggung internasional di mana diplomasi budaya dipadukan dengan misi strategis pembangunan ekonomi kreatif berbasis nilai dan identitas lokal. Jakarta tidak hanya ingin hadir di layar lebar dunia, tetapi juga menjadi rumah bagi pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan dan mendunia.(pf1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share to...